Senin, 25 Januari 2016

PANTAI TELENG RIA PACITAN

Yuhuuuu semangat pagi teman-teman pecinta piknik, kali ini saya lagi di Pacitan lho. Hayooo ada yang tau nga saya di pantai mana? Pantai Pacitan itu jelas, hehehe. Yup, ini adalah Pantai Teleng Ria Pacitan teman-teman. Keindahan pantai yang dipadukan dengan eksotisme perbukitan disisi-sisinya membuat pantai ini sangat mempesona.
Buat teman-teman yang suka sekali berselancar, apalagi buat para pemula, pantai ini sangat cocok untuk menikmati gemulainya ombak Samudra Hindia. Jadi, pantai Teleng Ria ini diapit sama pegunungan Limo. Tebing-tebing yang tinggi membentuk huruf U membuat pantai ini semakin indahnya pesona pantai Teleng Ria ini.
Pantai Teleng Ria ini bersebelahan sama pantai tamperan, cuma kalau pantai Tamperan itu sendiri khusus fokusbuat perikanan saja. Nah, kalau pantai Teleng Ria ini teman-teman bisa wisata di pantai pada umumnya, sepert berenang, bermain pasir, juga silahkan saja kalau cuma buat jalan-jalan menyusuri indahnya pantai.
Buat teman-teman yang ining memancing dan bahkan ingin berselancar pantai Teleng Ria ini cocok banget apalagi buat para pemula karena ombaknya yang tidak terlalu besar, tapi tetap saja buat teman-teman yang mau berenang tetap hati-hati walaupun seringnya ombaknya kecil tapi kadang-kadang tanpa diduga ada ombak yang lumayan, hehehe namanya saja pantai yah teman-teman. Buat teman-teman yang ingin berselancar, biaya penyewaan papan selancar cuma Rp. 50.000 saja.
Lokasi Pantai Teleng Ria ini ada di desa Teleng kelurahan Sidoharjo kabupaten Pacitan. Jika teman-teman di pusat kota, untuk menuju ke pantai Teleng Ria ini jaraknya cuma 3km. Yuk, apalagi yang ditunggu, buruan teman-teman jalan-jalan ke Pacitan dan menikmati indahnya pantai Teleng Ria ini. Dan jangan lupa yah tetap jaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Terimakasih...

Senin, 18 Januari 2016

PANTAI WIDURI

Yuhuuu... semangat pagi teman-teman pecinta piknik, hehehe. Kita jalan-jalan lagi yuk.Jalan-jalan kemana yah... Yup, ke pan tai, yippiiii!!!
Buat teman-teman dari Jawa Tengah pasti sudah nga asing lagi yah sama pantai widuri ini. Pantai Widuri ini sangat strategis lokasinya, berada di jalan Pantura Pemalang-Tegal Jawa Tengah. Dari alun-alun Pemalang, teman teman bisa menuju ke utara (jalur Pantura), dari pertigaan tersebut teman-teman sudah bisa melihat gerbang Objek Wisata Waterpark dan Pantai Widuri.
Dari gerbang tersebut teman-teman bisa langsung masuk terus menuju utara nanti disitu ada loket pembayaran tiket masuk. Teman-teman cukup membayar Rp. 3.000 untuk hari Senin sampai Kamis, dan weekend atau sabtu minggu tarif masuknya Rp. 4000. Murah meriah kan?
Teman-teman bisa menikmati Sunset dan Sunrise di pantai sesukanya. Angin semilir dari pohon cemara di sisi pantai membuat kita semakin hanyut dalam suasana pantai. Teman-teman juga bisa menikmati pantai ini dengan bersantai ditemani dengan sepiring mendoan dan kopi yang biasa dujajakan di sekitar pantai.
Teman-teman bisa menikmati sepiring mendoan ini di tepi pantai di kursi-kursi pantai yang sudah disediakan. Selain teman-teman menikmati indahnya pantai dan bermain pasir, tempat ini juga disediakan buat teman-teman yang suka joging lho. Keren banget kan... hayoook kapan nih teman-teman mau jalan kesini. Jangan lupa yah tetap jaga keindahan dan kebersihan lingkungan juga. Terimakasih...
Sumber foto dari Rey Rispec

AIR TERJUN RANTO CANYON

Semangat pagi teman-teman pecinta piknik... apa kabarnya hari ini? Yuhuuu kita jalan-jalan lagi menikmati alam Indonesia yang pesonanya luar biasa. Kemana lagi jalan-jalan kali ini yah, hehehe.

Yup, saya akan ajak teman-teman menikmati pesona indahnya air terjun Ranto Canyon. Waaah... dimana yaah air terjun Ranto Canyon ini? Teman-teman ada yang tau? Hehehe, yuhuuuu betul sekali, air tejun Ranto Canyon berada di desa Tembongraja kecamatan Salem kabupaten Brebes.
Buat teman-teman pecinta piknik yang suka sekali dengan olahraga ekstrim, air tejun Ranto Canyon sangat wajib buat teman-teman kunjungi. Teman-teman yang mau kesini, saya saranin pake kendaraan yang benar-benar dalam keadaan prima, soalnya medan menuju kesini benar-benar menguras adrenalin, harus berhati-hati. Tapi tenang saja teman-teman, jika sudah sampai di lokasi kita akan dimanjakan dengan udara sejuk khas pegunungan, tebing yang terjal dengan sungai ditengah-tengahnya.
Jadi, sungai disini berada dibawah tebing ynag tingginya kira-kira 60 meter yang mengapit air terjun juga. Nah, ditebing inilah teman-teman akan diajak menguji adrenalin dengan turun dari tebing dengan menggunakan seutas tali panjang.
Teman-teman tidak akan pernah tau keindahannya kalau belum mencoba datang sendiri ke air terjun Ranto Canyon ini. Masuknya masih gratis, cuma sewa pelampung sama helm saja cukup kita mengeluarkan uang Rp. 30.000. Jangan lupa yah buat teman-teman untuk tetap menjaga keindahan dan kebersihan alam. Terimakasih...

Sumber foto dari Rey Rispec

Kamis, 14 Januari 2016

CURUG CANTEL

Semangat pagi buat teman-teman pecinta piknik,apa kabarnya hari ini? Masih mau yah diajak jalan-jalan sama saya, hehehe. Hari ini saya ajak teman-teman jalan-jalan ke Curug lagi. Curug mana lagi yah kali ini? Hayo curug mana... hehehehe
Yuhuuu... Betul sekali teman-teman, ini adalah Curug Cantel. Curug Cantel sendiri berada di pedukuhan Kalipedes desa Sigedong kecamatan Bumijawa kabupaten Tegal.
Nih buat teman-teman yang mau mencoba nengok curug Cantel ini, saya kasih rutenya. Jika teman-teman sudah baerada di jalur Bumijawa (kabupaten Tegal) lurus aja terus sampai menemukan pertigaan Talang, kemudian teman-teman ambil yang arah kiri (arah ini menuju jalan Wredameta/ pabrik air minum kemasan Adi). Dari situ teman-teman masih lurus terus sampai ketemu pertigaan lagi dan ambillah arah kii (arah menuju Batumirah-Sirampog). Setelah itu, teman-teman ketemu perempatan Mentik  masih lurus terus sampai ketemu desa Kalipedes dan sampai menemukan jembatan Kalipedes. Nah, sehabis itu, barulah teman-teman memulai perjalanan dengan jalan kaki. Medan untuk menuju lokasi ini cukup sulit, karena kita akan menyusuri sungai dengan bebatuan yang besar-besar dimana-mana. Tapi tenang saja teman-teman, walaupun perjalanan membutuhkan kejelian dan kehati-hatian tapi teman-teman akan disuguhi pemandangan khas pegunungan yang sangat menarik, dengan bukit disisi kanan kirinya.
Curug Cantel ini mempunyai ketinggian kurang lebih sekitar 60 meter. Air sejuknya yang dingin dan sejuk jika mengenai wajah kita. Tapi saya saranin buat teman-teman jangan mandi pas dibawar air terjunnya, soalnya air yang jatuh dari atas arusnya lumayan kuat. Jadi, teman-teman yang mau kesini, tetap jaga keindahan dan kebersihan lingkungan yah teman-teman. Terimakasih

Sumber foto dari om EL, taken foto oleh Pipit Cupit

Rabu, 13 Januari 2016

BATU AGUNG

Selamat pagi teman-teman pecinta piknik, apakabar hari ini? Masih semangat buat ikut jalan-jalan bareng saya kan? Harus semangat dong yah, hehehe. Hari ini jalan-jalannya kemana ya?
Waaah... keren nga teman-teman? Keren banget yaaah pemandangannya (abaikan orangnya saja, xixixixi, sorry om Haqi). Teman-teman pasti sudah ada yang tau dong tempat ini dimana? Tempat ini lagi ngeHits banget lho hhehehe.
Orang-orang Tegal khususnya anak-anak muda Tegal mengenal dan menyebut nama tempat ini dengan sebutan Batu Agung karena lokasinya yang berada di Desa Batu Agung kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal. Orang-orang sekita juga mengenal tempat ini dengan menyebutnya "Gunung Lawa". Kenapa dinamakan Gunung Lawa?. Jadi, sebenarnya desa Batu Agung ini ada di wilayah pegunungan. Teman-teman tau dong yang namanya wilayah pegunungan itu pasti banyak bukit-bukit. Nah, salah satu bukit disini banyak dihuni oleh kelelawar (orang jawa menyebutnya Lawa), jadi disebutlah "Gunung Lawa".Nah, bukit yang bukan kaya bukit-bukit pada umumnya yang seperti teman-teman sering lihat, gundukan tanah dengan ditumbuhi banyak pepohonan. Kalau bukit ini adalah tumpukan banyak batu yang menjulang tinggi. Maka orang-orangpun menyebutnya Batu Agung, seperti nama desa itu sendiri.
Nih buat teman-teman yang mau mencoba menikmati keindahan BatuAgung ini, saya kasih tau rutenya. Kalau teman-teman dari jalan utama menuju Tegal-Purwokerto, kalau sudah menemukan tikungan tajam di daerah Balapulang, ditikungan itu persis adalah pertigaan. Teman-teman ambil belokan itu (kiri jalan) dan jalan terus ke timur sampai menemukan gerbang desa Batu Agung (selatan jalan). Kemudian masuklah ke desa Batu Agung, kira-kira kurang lebih dari 500 meter dari situ ada gang kecil (tanya saja sama warga setempat, mereka dengan senang hati akan menunjukan arahnya) masuklah mengikuti jalan setapak itu sampai teman-teman menemukan tanah kosong luas (disitu untuk tempat parkir kendaraan). Teman-teman bisa menitipkan kendaraannya disitu kemudian menyusuri jalan setapak berbatu yang tersusun rapi menuju lokasi.
Selama menuju lokasi dari tempat parkir kendaraan, tidak terlalu jauh. Kalau teman-teman sudah menemukan jalan setapak kecil menuju keatas, maka naiklah (anak-anak muda setempat akan senang hati membantu teman-teman menemukan jalannya). Nah, pejuangan disinilah menurut saya baru dimulai. Bayangkan saja, kita mendaki bebatuan, tanah yang beberapa licin (apalagi kalo pas ujan) rasanya subhanallah banget teman-teman. Saya saranin buat teman-teman yang mau kesana, pakailah sepatu yang nyaman (bukan high heels), dan bawalah uang kecil (tapi ya jangan receh-receh banget, hehehe) buat teman-teman kecil kita yang membantu kita naik ke atas menunjukan jalan yang mudah ditanjak (karena waktu itu belum ada pembayaran tiket masuk, jadi seikhlasnya saja).
Nah, kira-kira kurang lebih setengah jam kita mendaki (mendakinya sambil banyak duduk ambil napas, jadi pasti lama, hehehe) maka teman-teman akan dimanjakan dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Hamparan hijau hutan, pepohonan disana sini, rumah penduduk, sawah-sawah yang hijau membentang luas sepanjang mata memandang.
Jadi, di Batu Agung ini ada dua puncak lho teman-teman. Puncak pertama adalah puncak Semar. Jadi, puncak ini adalah puncak tertinggi ada batu besar yang bentuknya menyerupai kepala manusia. Kemudian puncak yang kedua adalah puncak Bendera. Tapi yang saya lihat kebanyakan dari teman-teman yang pernah menjelajah ke sini cuma sampai di puncakSemar aja, soalnya di puncak Bendera jalanannya terlalu terjal.
Jadi, gimana nih teman-teman... masih mau mikir jalan-jalan ke kabupaten Tegal? Hayok uji adrenalinmu disini, dijamin ketagihan! Hehehe. Jangan lupa yah kalau mampir, tetap jaga keindahan dan kebersihan lingkungan yah teman-teman. Terimakasih


Sumber foto dari om Haqi, taken foto oleh Pipit Cupit

Selasa, 12 Januari 2016

JALUR LINGKAR NAGREK

Hai teman-teman pecinta piknik, masih semangat buat jalan-jalan bareng saya? Harus semangat dong yah. Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi yang sama background foto diatas. Nga asing sih... soalnya sudah bantak banget orang-orang yang upload foto di jalan ini? Jadi, teman-teman sudah pada tau belum ini dimana? Hayo dimana...? Hehehehe

Yup, betul sekali teman-teman, saya ada di jalur akses wisata lingkar Nagrek. Jadi, jalur Nagrek ini jalur yang untuk menuju ke dan dari Bandung-Tasikmalaya. Terus, memangnya ini temmpat wisata yah? kok kayaknya itu cuma jalan raya. Yup betul teman-teman, ini memang jalan raya, bukan tempat wisata. Tapi buat teman-teman yang suka sekali jalan-jalan, travelling, menikmati alam, yang belum pernah kesini, coba deh mampir. Apalagi buat kalian yang suka foto-foto, spot disini keren abissss, hehehe.

Dijalur ini pemandangannya keren banget,banyak sekali para pengendara yang sekedar mampir hanya untuk berfoto-foto saja. Mereka juga banyak yang mampir sambil menikmati pemandangan disini dengan bersantai di warung-warung kecil pinggir jalan raya. Jalur ini bentuknya semitunnel dengan jarak kurang lebih 400 meter. Walaupun pemandangannya indah, tapi jangan terlalu terlena yah teman-teman,soalnya di jalur ini banyak sekali tikungan tajam. Jadi, buat teman-teman yang kebetulan lewat di jalur Nagrek ini, jangan lupa mampir kesini sekedar untuk melepas lelah.Dan tetap safety riding buat para pengendara.

Sumber foto dari Haqi Jong Java, taken foto oleh Pipit Cupit

CURUG JEJEG

Yuhuuu teman-teman pecinta piknik, apakabar hari ini? Sehat yah... harus sehat harus semangat karena saya mau ajakin teman-teman jalan-jalan lagi, hehehe. Teman-teman masih suka dong sama pesona keindahan air terjun? Kita jalan-jalan ke curug lagi, dan masih di daerah kabupaten Tegal. Jadi, menurut teman-teman ini curug mana lagi yah? Soalnya dari kemaren yang diekspose curug di daerah kabupaten Tegal terus. Heehehe, seperti yang pernah saya bilang sama teman-teman, wilayah kabupaten Tegal itu terkenal dengan wilayah pegunungannya. Yuk ah jangan lama-lama, kita bahas saja curug yang akan teman-teman jelajahi.
Nah, teman-teman, curug ini namanya curug Jejeg. Curug Jejeg berada di desa Jejeg kecamatan Bumijawa kabupaten Tegal.
Nih buat teman-teman yang mau ke curug Jejeg biar nga pada penasaran dengerin ceritanya saya saja, saya langsung kasih rutenya yah. Teman-teman yang dari daerah luar Tegal (jika sudah berada di wilayah kabupaten Tegal) tanya saja sama warga sekita arah menuju kecamatan Bumijawa, jika sudah di kecamatan Bumiajawa teman-teman bisa bertanya sama warga sekita menuju desa Tuwel. Jika teman-teman sudah di desa Tuwel disitu ada pertigaan Tuwel kemudian teman-teman ambil yang arah Bumijawa (agak membingungkan jelasinnya kalau kita tidak ada di lokasi) yang menuju desa Muncanglarang, Jejeg. Teman-teman jalan lurus terus sampai melewati SMP N 1 Bumijawa. Teman-teman bisa lurus terus sampai menemui jembatan, setelah jembatan ada jalan kecil, disekitar situ ada tempat penitipan sepeda motor, dan teman-teman berjalan kaki dan turun ke kali, dari situ kira-kira jarak tempuhnya sepuluh menit. Lalu sampailah teman-teman di lokasi curug Jejeg.
Sehabis capek menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan, teman-teman akan dimanjakan dengan pemandangan air terjun dengan air begitu dingin dan jenih yang begitu segar. Curug Jejeg ini mempunya tiga undakan dengan dibawahnya ada kolam yang tidak terlalu dalam. Sungguh mempesona ciptaan Tuhan lho teman-teman. Saya sarankan buat teman-teman yang mau kesini lebih baik menggunakan sepeda motor, karena jalan menuju lokasi tidak terlalu lebar untuk dilewati sebuah mobil. Dan jangan lupa kalu kesini tetap jaga keindahan dan kebersihan lingkungan yah teman-teman. Yuk, kapan mau jalan-jalan ke Tegal?

Sumber foto dari Nissa, taken foto oleh Pipit Cupit

CURUG MUNCAR

Halo teman-teman pecinta piknik, apa kabarnya? Masih mau diajak jalan-jalan sama saya kan? Hehehe. Yup, kali ini saya mau ajak teman-teman untuk menikmati indahnya wisata air terjun lagi. Air terjun mana lagi yang saya datangi kali ini yah? Hayo tebak dimana? Hehehe.
Yuhuuuu, betul sekali teman-teman. Saya ada di Curug Muncar. Curug Muncar sendiri ada di desa Muncar kecamatan Petungkriyono kabupaten Pekalongan. Waktu saya kesana, saya melewati daerah yang namanya Medono, Jenggot, karangdadap, kutosari, Doro baru sampai di Petungkriyono. Teman-teman kalau mau lebih jelas, jika sudah sampai di kabupaten Pekalongan, mending tanya dulu sama warga sekitar, soalnya jalan yang saya lewati lumayan susah (menurut saya, hehehe).
Jika teman-teman sudah sampai di gerbang yang ada tulisan "Wisata Petungkriyono", teman-teman bolehlah bersemangat, tetapi saya kasih tau yah, perjalanan masih jauh lho, hehehe. Kalau saya saranin, buat teman-teman yang memakai kendaraan sepeda motor (mobil juga nga papa) kendaraan harus dalam keadaan prima yah. Dan buat teman-teman yang belum lihai mengendarai sepea motor mending jadi boncenger saja. Soalnya medannya itu bisa membuat kita ser-seran alias deg-degan lho teman-teman. Jalan yang menyempit, terjal dan dsamping ada lereng yang lumayan tajam itu bikin adrenalin kita berdesir lho, hehehe. Tapi tenang saja teman-teman, selama perjalanan kita akan dimanjakan dengan khas jalan di pegunungan, pepohonan yang rindang dan gemericik sungai kecilyang mengalir jernih.
Setelah perjalanan sekitar memakan waktu satu jam, teman-teman akan menemui gapura kecil yang menunjukan Curug Muncar sudah dekat.
Setelah memasuki gapura kecil ini, teman-teman masih harus waspada dan tetap ekstra hati-hati. Jalanan disini juga terjal dan menanjak. Tetapi tidak jauh dari situ teman-teman sudah bisa menemukan lokasi parkir yang sediakan oleh warga setempat. Kemudian teman-teman bisa membayar tiket masuk(waktu itu masih tiga ribu rupiah), murah sekali kan?. Dan dari tempat parkir kita harus jalan kaki menuju lokasi sekitar tiga ratus meter.
Hayok teman-teman buat mencoba rasa deg-degannya disini, menuju curug Muncar. Jangan lupa tetap jaga keindahan dan kebersihan lingkungan yah teman-teman. Terimakasih

Sumber foto Haqi Jong Java, taken foto oleh Pipit Cupit

CURUG MONYET

Semangat pagi teman-teman pecinta pikni!!! Apakabar semuanya? Sehat yah, hehehe. Masih mau diajak jalan-jalan menikmati jernihnya air terjunnya Indonesia kan? Yuuuk jalan-jalan teman-teman, hhehehe.
Teman-teman tau nga ini namanya Curug apa? Keren banget yah kayak air terjun niagara, hehehhe. Ini namanya Curug Monyet lho teman-teman. Namanya serem yah teman-teman? Tidak apa-apa, ini hanya nama aja kok. Konon disini dulu banyak banget monyet yang berkeliaran, jadi curug ini dinamakan curug monyet. Curug Monyet ini mempunyai air terjun yang tingginya kurang lebih 25 meter. Airnya yang selalu deras itu sungguh segar lho, walaupun musim kemarau seperti ini air yang engalir tetap deras. Pemandangan yang mempesona bisa kita naikmati sambil duduk-duduk dibawah curug diatas bebatuan cadas yang ada disitu.
Curug Monyet sendiri lokasinya berada di dukuh Gunung Guntur desa Cawitali kecamatan Bumijawa kabupaten Tegal. Nih buat teman-teman yang mau kesana aku kasih rutenya, teman-teman yang dari daerah luar Tegal mungkin bisa tanya ke orang-orang dimana menuju kecamatan Bumijawa (kalau sudah masuk wilayah kabupaten Tegal). Jika sudah sampai di kecamatan Bumijawa, maka teman-teman bisa menuju di desa Kalibakung, kalau sudah sampai dipertgaan Kalibakung ambil arah menuju pasar Banjaranyar (kanan) lurus terus sampai ketemu gerbang desa Batu Agung (ada disebelah kiri jalan). Teman-teman masuk saja terus sampai ketemu desa Cenggini, jika sudah ketemu desa Cenggini masuk lurus terus sampai ketemu desa Cawitali, sampai itu juga masih lurus sampai teman-temanmenemukan gapura kandang ayam. Setelah itu ada jembatan (sebelum jembatan ada warung). Jika sudah menemukan jembatan tersebut ambillah jalan kecil sebelah kanan jalan, disekitar situ ada tempat parkir yang sudah disediakan sama warga setempat. Setelah itu teman-teman berjalan di jalan setapak kira-kira lima belas menitan, kemudian teman-teman turun kesungai dengan dibantu seutas tali yang ada disitu, hati-hati yah teman-teman, soalnya kita berjalan melawan arus.
Yup, setelah lelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan kita akan sampai dan dimanjakan dengan air terjun yang segar. Air terjun dengan pemandangan tebing coklat yang eksotis dan dibingkai dengan bebatuan cadas di bawahnya akn membuat teman-teman semakin terpesona. Teman-teman yang jaln-jalan kesini jangan lupa tetap jaga keindahan dan kebersihan lingkungan yah. Yuk jalan-jalan ke Tegal teman-teman, heheheh. Terimakasih

Sumber foto dari Nissa, taken foto oleh Pipit Cupit

Senin, 11 Januari 2016

CURUG PUTRI

Hai teman-teman pecinta piknik, masih semangat buat jalan-jalan lagi bareng saya? Harus semangat yah, hehehehe. Saya mau ajak teman-teman menikmati keindahan air terjun di daerah Brebes nih.
Ada yang sudah pernah kesini? Atau barangkali teman-teman sudah pernah mendengar salah satu curug di Brebes? Nih saya kasih tau, ini saya sedang berada di Curug Putri. Gimana teman-teman, apakah sudah pernah mendengar namanya? Waah saya yakin sudah yah buat teman-teman yang dari daerah Brebes dan sekitarnya. Konon katanya, curug putri dulunya punya dua air terjun lho, cuma gara-gara menyusutnya air jadi yang tersisa cuma satu air terjun saja. Curug putri ini keren banget teman-teman. Curug ini dikelilingi oleh tebing batu yang membentuk seperti ukiran-ukiran alami. Sangat eksotis.
Curug Putri sendiri berada di desa Mendala tepatnya dukuh Padanama kecamatan Sirampog kabupaten Brebes. Buat teman-teman yang mau mampir kesini, saya kasih rutenya yah. Jika teman-teman dari arah Purwokerto-Tegal atau sebaliknya, teman-teman bisa berhenti dipertigaan Kaligadung (kalau dari Tegal sebelumnya teman-teman akan melewati rumah makan Kalisalak), (kalau dari arah purwokerto teman-teman akan melewati Jembatan Sakalibel, lurus terus, kemudian ambil ruas jalan yang menuju arah Tegal). Kalau teman-teman sudah dipertigaan kaligadung (timur jalan) ikutilah jalan terus sampai teman-teman melewati salah satu Pondok Pesantren (Ponpes Al Hikmah 2), kalau sudah melewati ponpes itu, teman-teman akan dimanjakan dengan pemandangan khas pegunungan. Bukit-bukit yang hijau dan sawah-sawah khas model pegunungan. Jika sampai disitu tanyalah warga sekitar menuju desa Mendala.
Buat teman-teman yang mau ke sini diharapkan hati-hati yah karena jalanannya masih belum diaspal. Teman-teman juga tidak bisa membawakendaraannya sampai ke lokasi, cuma smpai di dukuh Padanama saja. Selanjutnya teman-teman harus melewati pematang sawah dan jalan setapak. Nah, buat teman-teman saya saranin pake sepatu Kets atau yang berasa nyaman di kaki, tidak saya anjurkan untuk pake high heels yah, soalnya teman-teman akan melewati tebing yang lumayan terjal. Tapi tenang saja teman-teman, pemandangan selama menuju ke lokasi cukup menawan, sehingga capek pun nga bakal terasa. Dan yang terahir tetap jaga keindahan dan kebersihan lingkungan yah teman-teman, hehhehe.

Sumber foto dari Neng Dilla, taken foto oleh Pipit Cupit

CANDI ARJUNA

Hai teman-teman pecinta piknik, sudah siap diajak jalan-jalan lagi? hehehe jangan bosen yah... Kali ini saya mau ajak teman-teman jalan-jalan ke Candi. Candi mana nih? keren banget ya? Candi ini ada di Jawa Tengah lho. Keren yah Jawa Tengah punya banyak candi, hehehe.

Teman-teman, ini namanya Candi Arjuna. Candi Arjuna adalah salah satu Candi Hindu yang berada di dataran tinggi Dieng lho. Dikomplek percandian ini ada beberapa candi, tapi yang paling luas areanya adalah candi Arjuna. Candi Arjuna ini ada di daerah Dieng Kulon kecamatan Batur kabupaten Banjarnegara. Candi Arjuna ini adalah yang tertua dibangun diantara candi-candi yang ada. Candi Arjuna keren banget lho teman-teman, atap candi seperti susunan kubus yang semakin keatas semakin mengecil.
Tiket masuknya cuma sepuluhribu rupiah, murah banget kan. Nah buat teman-teman yang belum mampir, mampirlah kesini. Keren banget lho spotnya buat foto-foto. Buat teman-teman yang mampir kesini, tetap jaga kebersihan lingkungan yah. Terimakasih...

Sumber foto dari Neng Dilla, taken foto oleh Pipit Cupit

CURUG PENGANTIN

Hai teman-teman pecinta piknik, apa kabar hari ini? Semoga masih tetap diberi kesehatan yah. Kali ini teman-teman akan saya ajak jalan-jalan ke Curug, menikmati segarnya air terjun, hehehe.
Teman-teman, curug ini namanya curug Penganten. Lokasinya ada di daerah Bumijawa. Nih buat teman-teman yang mau kesana, dari pertigaan Tuwel ambil kanan. Dari pertigaan itu kurang lebih satu setengah kilometer ada SMA 1 Bojong. Nah disekitar situ ada semacam banner gambar dan tulisan Curug Penganten. Masuk aja kesitu teman-teman, hehehe.
 Nah teman-teman, curug ini keren banget lho, curug ini tertutup oleh bukit, tebing disekitarnya juga berlumut. Subhanallah sekali. Buat teman-teman yang mampir kesini, tetaplah menjaga lingkungan yah. Jangan meninggalkan sampah disini nanti dikatain anak alay, hehehe. Terimakasih

Sumber foto dari Neng Dilla, taken foto oleh Pipit Cupit

ALAS CAPAR JATINEGARA

Halo teman-teman pecinta piknik, masih semangat buat saya ajak jalan-jalan yah? Harus semangat dong. Yuk jalan-jalan ke Kabupaten Tegal. Teman-teman, untuk wilayah kabupaten Tegal itu sendiri identik dengan yang namanya pegunungan, udara yang sejuk dan bebas dari polusi udara maupun suara (read: sebagian wilayah masih asri kok). Sebenarnya kali ini saya bukan mau jalan-jalan ke tempat wisata. Ini hanya jalan-jalan saja dan kebetulan lokasi yang saya lewati ini nuansanya cocok sekali buat teman-teman yang suka menikmati alam.

Yup, teman-teman yang dari Kabupaten Tegal khusunya, pasti sudah paham tempat ini. Tempat yang ada di foto saya itu ada di sebuah desa dengan nama Capar (yang terkenal dengan alas Capar). Desa Capar sendiri ada di kecamatan Jatinegara kabupaten Tegal. Nah yang dimaksud dengan alas disini, wilayah ini memang masih banyak hutan yang asri dan sejuk.


Yah seperti yang teman-teman ketahui, ini buka tempat wisata tapi buat teman-teman yang suka menikmati alam, tempat ini cocok banget buat kalian jelajahi. Nah buat teman-teman yang mau mampir, tetap jagalah lingkungan yah. Terimakasih, hehehhe.

Sumber foto dari Neng Dilla , taken foto oleh Pipit Cupit

Minggu, 10 Januari 2016

KEBUN TEH KALIGUA

Halo teman-teman pecinta piknik... apa kabar hari ini? masih semangat buat diajak jalan-jalan lagi sama saya? hehehhe. Teman-teman kali ini saya ajak jalan-jalan ke daerah yang sejuk-sejuk nih.
Hari ini teman-teman saya ajak ke kebun teh Kaligua. Kebun Teh Kaligua berada di desa Pandansari kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes. Wilayah ini berada di Brebes bagian selatan.
Nah, teman-teman kalau mau ke kebun teh Kaligua ini misalnya teman-teman dari arah Tegal, seperti biasa jalan yang menuju ke Purwokerto. Jika teman-teman sudah di pertigaan Kaligadung ke selatan sedikit ada pertigaan lampu merah. Kalau saya sarankan, mending teman-teman ambil yang kiri aja, kalau lurus bisa (akan sampai di Bumiayu kota) tetapi disini sering macet.
Nah kalau teman-teman dari lampu merah itu ambil kiri makan akan menemui jalanan yang halus, lebar dan bisa menikmati pemandangan yang begitu menakjubkkan, disini teman-teman juga akan melewati Jembatan Sakalibel yang menakjubkan, hehhehe.

Temen-temen ikuti jalan itu terus sampai nemuin lagi pertigaan lampu merah. Teman-teman langsung ambil kiri saja, nantikalau sudah melewati salahsatu Perguruan tinggi swasta, teman-teman akan melintasi rel kereta api. Jika teman-teman sudah melewati rel kereta api maka jangan terlalu ngebut yah jalannya, soalnya kita akan masuk ke pertigaan. Disitu pertigaannya kecil seperti mau masuk sebuah desa (pertigaan pertama dari rel kereta, ada di timur jalan).
Kalau teman-teman kurang yakin mending tanya warga disekitar aja. Jika teman-teman sudah menemukan pertigaan itu, teman-teman bisa langsung ikuti jalan itu terus. Bagi tman-teman yang mau kesana saya sarankan agar kendaraan yang mau dipakai dalam kondisi prima.
Bagi teman-teman yang mau kesana dan menggunakan sepeda motor, sebaiknya bagi yang belum terlalu lihai mending jadi boncenger saja. Krena selain kondisi jalannya banyak yang rusak, jalannannya pun kebanyakan menanjak dan menikung. Tapi tenang saja teman-teman, dari perjuangan teman-teman menuju lokasi, setelah sampai teman-teman akan dimanjakan dengan pemandangan hijau yang luar biasa.
Teman-teman bisa parkir sepeda motor di tempat parkir yang sudah disediakan. Dari tempat parkir itu kita sudah disuguhi pemandangan hijau kebun teh yang sangat mempesona, di sebelah tempat parkir ada kaya sungai kecil. Nah jika teman-teman capek sehabis mengarungi medan yang terjal (heheheh) tetapi masih kepingin menikmati pemandangan, teman-teman bisa kok diantar pakai mobil hias yang bisa memuat 15-20 orang (semacam odong_odong). Untuk jasa menaiki odong-odong tersebut kalau nga salah satu orang dikenai biaya lima ribu rupiah.
 Teman-teman tidak hanya dsuguhi dengan pemandangan perkebunan teh yang hijau lho. Kalau teman-teman mau, teman-teman bisa menjelajahi gua yang oleh warga sekita namanya gua Jepang. Teman-teman bisa masuk dan keliling menyusuri gua yang akan dipandu oleh bapak-bapak pemandu yang ada disitu. Konon katanya, Gua Jepang ini dulunya buat persembunyian tentara Jepang pada tahun 1941-1942. Buat teman-teman yang mau mencoba memasuki gua ini, tidak usah khawatir di dalam gelap gulita yah. Tenang saja teman-teman, di dalam gua sudah ada beberapa penerangan yang sedikit membantu kita agar tidak susah berjalan di dalam gua Jepang ini. Kalau teman-teman sudah memasuki gua Jepang ini, teman-teman akan menemui ruangan-ruangan yang dulu pada masa Jepang digunakan untukbeberapa kegiatan. Ada ruang sidang, ada ruang pembataian dan macam-macam ruang lain. Tapi tentu saja, walaupun sudah ada penerangan yang namanya gua ya tetep aja masih ada sedikit kesan mistiknya yah.
Nah, buat pemandunya, teman-teman bisa memberikan upah seikhlasnya (waktu saya kesitu masih belum ditentukan tarif).
Buat teman-teman yang belum berkunjung, hayok lekas siapkan fisik dan budget untuk jalan-jalan di kebun teh Kaligua ini.Dan jangan lupa yah buat teman-teman yang kesini tetap jaga kebersihan lingkungan, terutama kalau teman-teman bawa snack, buanglah sampah pada tempatnya.
Terimakasih....

Sumber foto dari Neng Dilla , taken foto oleh Pipit Cupit

Selasa, 05 Januari 2016

LAUT DAMPYAK TEGAL

Berasa jadi Rose Dewitt Buketer yah teman-teman, hehehehe. Teman-teman hayo tebak saya dimana??? Di pantai!!! Yups, betul syekalih saya di pantai, hehehe. Tapi pantai mana yah kali ini?

Teman-teman nga usah khawatir diajak jalan-jalan jauh, ini masih di Tegal kok, hehehe. Lihat tuh birunya laut seperti kita berada di tengah samudera Atlantik. Tidak ada ombak besar, hanya sepoi-sepoi angin yang menggoyangkan air di laut.


Kebetulan sekali posisi saya ambil gambar pas belum masuk pantai, jadi sebenernya ini masih jalan setapak yang hanya dibatasi oleh bebatuan hitam khas pantai. Waktu foto ini diambil pas menjelang matahari terbenam. Teman-teman tau? lagi-lagi saya mengejar matahari, ingin kebagian sunset.


Buat teman-teman yang suka sekali menikmati sunset di pantai, pantai ini cocok banget. Dari sudut manapun kalian ambil gambar pas lagi sunset, hasilnya akan kereeen banget.

Tidak tau kenapa, menurut aku matahari tuh kalau udah mau terbenam, terbenamnya cepat sekali. Jadi kalau teman-teman mau ambil gambar bahkan kalau cuma ingin menikmati sunset di pantai ini harus dateng jam empat yah.


Buat teman-teman pecinta piknik asli Tegal barangkali sudah tau jalannya. Tetapi teman-teman yang dari luar Tegal barangkali pas lewat Tegal jangan lupa mampir ke sini yah. Nih saya kasih rute nya. Jalan menuju ke pantai ini sebenernya sangat gampang, tapi entah kenapa baru ditemukan pas sebelum bulan puasa kemaren.


Jadi, kalau teman-teman lewat di jalan Pantura Tegal kalo dari arah barat atau arah Brebes, teman-teman akan melewati gerbang Selamat Jalan Kota Tegal, sehabis gerbang ada jembatan besar. Teman-teman jalan aja ke timur, tapi pelan-pelan, masih disekitar situ ada jalan kecil (arah kiri) menuju utara. Berarti teman-teman turun dari aspal pantura menuju jalanan batako. Teman-teman ikuti jalan kecil itu saja, jalan kecil itu akan membawa teman-teman ke jalan setapak yang lurus tapi dikanan kiri hanya ada sawah-sawah yang ditanami jagung (pas saya kesana memang lagi ditanami jagung). Teman-teman nga usah khawatir tersesat, jalan setapak itulah yang akan membawa kita menuju pantai dampyak ini (soalnya jalanannya lumayan panjang).

Buat teman-teman pecinta piknik, yuk coba mampir ke pantai ini. Tapi jangan lupa kalau mampir pas bawa sesuatu yang jadi sampah, buang sampahnya jangan sembarangan yah. Kalau nga ada tempat sampah mending dikantongin dulu aja. Pantai ini masih sangat asri, belum banyak orang yang tau. Jadi mohon buat teman-teman yang mampir jangan buang sampah disini yah.

Foto asli punya saya Pipit Cupit lho hehehe