Selamat pagiiiiii para pecinta piknikkkkk...hehehehe. Mau sedikit memperkenalkenalkan tempat wisata yang menurut aku keren banget nget nget nget nih, hehehe. Sebenernya saya kesini udah lama, ini juga foto-foto lama, tapi ngapapa namanya juga mau ngenalin tempat wisata yang kata aku tadi ini tuh keren bangetttttt. Jadi namanya Curug Nangga, letaknya ada di desa Petahunan Kecamatan Pekuncen Ajibarang Kabupaten Banyumas. Kalian tau nga? kami rombongan ber-delapan orang naek motor dari kota Tegal (uwow banget kan hahaha) jam 09.00 sampai kecamatan Pekuncen Ajibarangnya kira-kira jam 11.30, bayangkan bagaimana teriknya matahari jam segitu. Tapi kita rombongan tetap semangat menuju lokasi wisata.
Nah, biar saya ceritakan bagaimana rutenya yah. Jadi kalau kita dari arah Tegal ke bumiayu itu ada pertigaan lampu merah yang kalau kita lurus (dari arah Tegal yaaah) menuju kota Bumiayu, nah kalo udah nemuin pertigaan lampu merah itu kita belok kiri aja. Sebenarnya bisa kalo lurus terus tapi menurut saya kurang asyik soalnya disitu kita akan melewati pasar Bumiayu, jadi jelas macet. Nah, kalo kita belok kiri itu kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah, disitu kita melewati pom bensin yang kata orang-orang nama jalan itu menyebutnya jalan lingkar Bumiayu. Jadi jalanannya itu sangat lebar, dan sepanjang kkita memandang mata kita disuguhi pemandangan bukit yang subhanallah sekali. kita melewati rel kereta api yang ada di atas jalan Pantura tersebut. kita masih lurus terus sampai kita menemukan arah jalan menuju desa Semedo yang orang sering menyebutnya dengan "Negeri Atas Angin" dan jalan tersebut juga menuju desa Petahunan. Kalo dari arah Tegal itu ada di sebelah kanan jalan raya sebelah barat jalan. Nah kalau kita sudah masuk ke desa tersebut, jangan kaget yah teman-teman, disitu banyak sekali tanjakan sekaligus tikungan. Bayangkan, tanjakan sekaligus tikungan itu wow sekali, saya sarankan buat yang belum ahli-ahli bener naik motornya mending jadi boncenger aja, seriusan jalannya itu nga main-main, hahaha engga just kidding aja, tapi saya tetap sarankan untuk tetap berhati-hati.
Kalau sudah mulai memasuki lokasi, disitu kita bisa parkir sepeda motor di depan halaman rumah warga yang memang sudah disiapkan untuk tempat parkir. Nah disitu di depan gapura ada pos penjagaan sekaligus untuk pembayaran tiket karcis masuk. Waktu itu satu orang masuk RP.7000 nga tau sekarang berapa., hehehe. Kalau sudah membayar tiket masuk, kita menuju lokasi air terjun itu melalui jalan setapak yang dibikin oleh warga setempat. Sepanjang mata memandang hanya disuguhi pemandangan warna hijau sawah (karena pada saat saya kesana sawahnya lagi ditanami padi, dan baru tumbuh jadi warnanya hijau, hehehe). Jika kalian sudah setengah jalan menuju lokasi,suara gemerincing air sudah terdengar di telinga. Bahkan kalau kita ke mampir di sawah yang datarannya pas tinggi, kita sudah bisa melihat air terjunnya lho.
Nah, lokasi yang pas saya berdiri itu kira-kira seratus meteran lagi untuk ke sumber air terjunnya. Pada saat saya kesana pas lagi terik jadi pingin sekali segera sampai di sumber air erjunnya. Kalian tau nga, curugnya itu ada 7tingkatan lhooo... kalo sudah sampai lokasi, kalian harus naik ke atas, paling atas. Disitu kalian berasa lagi di Hawai (Hawai pantai kan??? ooo salah berarti, heheheh). pokoknya harus ke atas. Seriusan, diatas indah banget.
Lihat, indah bukan? kalian harus kesana yang belom pernah kesana.
dan kalau kesana harus ke puncaknya. tingkat paling atas ya teman-teman... dijamin nga bakal nyesel lho...
Sekian dan terimakasih buat semua teman-teman yang sudah menyempatkan mampir ke Blog saya...
See you lagi yaaaa... hehehe








Tidak ada komentar:
Posting Komentar